susu-kambing-etawa

Ok hari ini saya mau sharing masalah penyakit batuk pada Balita. Anak laki-laki saya yang no 2, Dika dari kecil sampe umur 3 tahun sering sekali mengalami sakit batuk. Batuknya itu juga seperti batuk orang tua yang kalo udah batuknya keluar mukanya merah, batuknya lama, dan sering diiringi muntah. Batuk ini sangat membuat saya bingung. Bagaimana tidak, hampir setiap 2 minggu sekali saya pergi ke dokter spesialis anak karena batuk ini.

Dokter menyarankan agar anak saya menjauhi makanan ringan yang saat ini banyak mengandung pengawet. Karena makan anak-anak sekarang banyak sekali yang mengandung pengawet dan pemanis. Ini bisa jadi menjadi salah satu pencetus munculnya penyakit ini. Bayangkan gimana bisa menjual teh kemasan dengan harga 500-1000. Bungkus plastiknya saja berapa? belum biaya produksi, belum ongkos karyawan. Please bunda be smart. Saya hanya bisa manggut-manggut mendengar penjelasan dokter. Hampir sebulan saya menjalankan perintah dokter menjauhkan anak dari yang namanya snack. Tapi lama-lama kasihan juga saya melihat dia hanya bisa menelan ludah saja di saat sang kakak menikmati berbagai jajanan yang dia suka. Tapi saya tetap pada pendirian saya. Yang penting anak sehat tidak batuk lagi, begitu pikiran saya. Tapi apa yang terjadi? Tidak ada angin tidak ada hujan anak saya batuk lagi. Ke dokter anak lagi.

Karena penasaran dengan penyakit yang kambuhan ini lalu saya melakukan penelitian. Saya mengira-ngira sepertinya batuk ini diakibatkan oleh salah satu makanan yang tidak cocok dengan tubuh anak saya. Lalu saya pantau dan amati kira-kira sebelum dia batuk makanan apa yang sempat dimakannya. Akhirnya tersangka jatuh pada segala makanan yang mengandung coklat. Saya batasi dia untuk memakan coklat. Dari roti coklat sampai susu coklat. Tapi toh akhirnya batuk juga. Sebagai orang yang berpendidikan ilmu pasti akhirnya saya googling di mbah google kira-kira apa yang bisa saya berikan untuk anak saya yang bisa meringankan penyakitnya tersebut.

Pilihan pertama jatuh pada Jelly O-gamat kalo ndak salah. dari berbagai testimoni di Internet sepertinya sangat meyakinkan untuk diberikan kepada anak saya. Saya pun menuju apotik langganan untuk membelinya. tapi sesampainya disana petugas apotik berkata bahwa ini tidak cocok bagi anak-anak. Padahal testimoni di Internet bilang ini bisa diberikan untuk anak-anak. Tapi karena takut terjadi apa-apa akhirnya saya mengurungkan niat saya untuk membeli jelly ini. Saya pun pulang untuk mencari solusi yang lain.

Googling lagi dan pilihan kedua jatuh pada Susu Kambing Etawa. Yah, dari mbah google susu ini sangat meyakinkan bisa membuat membantu meringankan penyakit batuk pada balita. Akhirnya saya pun ke apotik untuk membeli susu kambing etawa bubuk yang sudah ada kemasannya. Jenisnya banyak. Pilihan saya jatuh pada susu kambing etawa yang mereknya berisi gambar naga. Kalo ndak salah namanya naga sp. Setelah membaca informasi di kardusnya saya pun memutuskan untuk membelinya. Dosis yang saya berikan adalah sehari sekali. Susu formula anak-anak yang biasa saya berikan dengan takaran satu dot besar isi 6 sendok susu saya rubah pada malam harinya saja dengan komposisi 5 sendok susu anak + 1 sendok susu kambing. Saya rutin berikan setiap hari sampai satu box itu habis.

Dan taukah anda, sudah lebih 3 bulan dari sekarang anak saya tidak pernah batuk parah lagi. Kadang batuk tapi ringan dan saya kasi obat apotik sudah sembuh dan batuknya juga cuma sebentar. Sampai saat ini saya masih rutin memberinya susu kambing ini termasuk juga si kakak. Saya rasa susu ini bisa membantu meningkatkan daya imunitas balita. Tapi ini hanya pendapat saya saja loh.

Semoga informasi ini bisa berguna bagi para orang tua yang mengalami masalah serupa.

Cheerssss………………..

Iklan